Cerita Pendakian Gunung Gede Pangrango
Ini adalah sebuah catatan cerita gw yang sebenernya udah lama banget pengen gw share ke antum-antum semua, cerita ini adalah cerita tentang pendakian gunung gede pangrango. Sebenernya pendakian ini merupakan pendakian yang dilakukan di tahun lalu, pendakian ini merupakan pendakian gunung untuk yang kesekian kalinya namun dengan nuansa dan kawan kawan baru yang berbeda.
Awal cerita temen gw dudi yang dari sumedang mengajak gw untuk naik gunung, namun dengan waktu seadanya dan kami pun masih aktif sibuk kerja alhasil pendakian kali ini kami memutuskan untuk mendaki gunung gede pangrango, btw waktu itu gw ngekost di daerah bsd serpong dan dudi berada di grogol Jakarta barat.
Singkat cerita gw yang dari serpong berangkat menuju ke tempat dudi pada hari jumat siang, sekitar jam 2 an dengan menggunakan KRL jurusan RAWA BUNTU-TANAH ABANG. Setelah menempuh perjalanan beberapa menit, akhirnya gw sampai di kost dudi yang ada di JAKBAR, namun dia ternyata masih di tempat kerja, yaudah gw tungguin lah di kosannya, kebetulan gw juga sering main disini jadi gw tau dia kalo taro kunci kosnya dimana.
Sore itu rasanya sangat cepat namun dudi akhrinya dating sekitar jam 18:00 WIB maghrib, tanpa berlama lama kami pun akhrinya berkemas, lalu kami berangkat menuju stasiun JUANDA untuk naik KRL dengan tujuan stasiun BOGOR, setelah beberapa jam di KRL akhirnya kami sampai juga di bogor, sesampainya di bogor kami juga menunggu rekan kami yang dating jauh jauh dari Surabaya, Namanya mas Hadi Sasongko, Halo mas hadi! (barangkali mas hadi baca), gw dan dudi memutuskan untuk menunggu mas Hadi di KFC deket stasiun BOGOR. Beruntungnya kami malam itu ada segerombolan pendaki juga yang mau naik gunung gede pangrango, dan kemudian mas hadi pun datang, kami dan segerombolan pendaki tersebut memutuskan untuk menyewa angkot untuk patungan agar biaya agak sedikit lebih irit. Oh iya ada mas hadi juga datang dengan temannya yang bernama mas Andhika, beliau kebetulan tinggal di bogor, dan di juga ikut naik bareng kami.
Perjalana pun dimulai, gw, dudi, mas hadi, dan mas andhika juga gerombolan pendaki tadi akhirnya
berangkat menuju basecamp edelweiss yang ada di cibodas, kami semua berangkat menuju cibodas sekitar
jam 12 malam denga tujuan agar tidak kena macet di puncak, sekitar jam 2 malam kami pun akhirnya
sampai di cibodas, kami disana sudah ditunggu seorang kawan juga yang dari bandung, yakni mas bodink
dan kawan2 dan mas oboy dan kawan2nya juga, kami disana berkenalan dan mulai ngobrol ngobrol sambal
ngopi2 juga. Dan malam itu kami beristirahat di basecamp edelweiss di cibodas.
Singkat cerita, sekitar jam 6 pagi gerombolan kami pun akhirnya bangun dan kemudian siap siap berkemas
sambal packing peralatan yang di butuhkan saat pendakian, packing dan sarapan selesai sekitar jam 7 pagi,
kami pun mulai berangkat dari basecamp edelweis.
Awal pendakian digunung gede ini saya rasa tracknya begitu bersahabat, jalur masih terbilang santai, dan
saya rasa ini sangat cocok untuk pendaki pemula yang baru mulai naik gunung, gunung gede ini saya sangat
rekomendasikan tapi ingat kalian harus ditemani beberapa orang yang berpengalaman saat naik gunung
untuk kalian yang baru mulai.
Setelah beberapa jam perjalanan tracknya masih oke sih, dan sampai akhirnya sekitar jam 2 siang
kami sampai di pos kendang badak, lalu kami disitu memtuskan untuk mendirikan tenda dan istirahat
sejenak, selepas mendirikan tenda dan makan untuk mengisi energi, sekitar jam 3 sore kami pun
memutuskan untuk summit ke puncak pangrango, perjalanan track ke puncak pangrango lumayan terjal dan
berat, sepertinya jalur ke puncak pangrango tidak menjadi favorit para pendaki, terlihat dari struktur
jalannya yang masih rimbun dan gelap, perjalanan semakin berat, kami berjalan terus menerus diluar
expektasi yang dimana target kami sampai dipuncak pangrango harusnya jam 5 sore, ternyata diluar
perkiraan, jam 6 magrib pun kami masih dijalan, dan sampai akhirnya sekitar jam 7 malam kami pun sampai
di puncak pangrango, rencana kami untuk menyambangi lembah mandalawangi (tempat favorit soe hokgie) pun harus kami urungkan dikarenakan waktu sudah malam. Kami pun disana melakukan ritual seperti halnya anak muda lakukan, yakni berfoto-foto terus ngopi.
Selesai melakukan “ritual” kami pun langsung memutuskan untuk balik ke tenda sekitar jam 8, dan sampai di tenda sekitar jam setengah 10 malam, kami langsung makan makan untuk mengisi energi dan langsung istirahat untuk menyiapkann pendakian besoknya ke puncak gede.
Keesokan paginya kami bangun sekitar jam 6 pagi, dilanjutkan kami dengan membuat sarapan dan ngopi ngopi untuk menghangatkan badan, ya seperti kita tahu lah ya, pagi hari di gunung itu rasanya sangat dingin sekali. Selepas ngobrol-ngobrol, kami akhirnya packing semua di jam 8 pagi, dikarenakan kami semua akan lintas jalur, kami akan turun lewat jalur putri cianjur. Tepat sekitar jam 9 kurang kami semua akhirnya summit ke puncak gunung gede, tracknya ternyata lumayan curam apalagi di tanjakan setan, namun dengan banyaknya para pendaki yang ada, track ini jadinya macet wkwkwk Sebagian dari kami pun akhirnya memutuskan untuk melewati jalur pintas yang telah disediakan dijalur sebelah kiri nya dari tanjakan setan tersebut. Setelah memakan beberapa jam perjalanan kami akhirnya sampai di puncak gunung gede, namun rombongan kami terpisah dipuncak gunung gede, saya, dudi, dan mas hadi sekelompok barengan rombongannya mas bodink, nah yang terpisah adalah rombongannya mas oboy.
Dipuncak gunung gede kami istirahat lumayan lama, dan saya juga sempat tertidur pula sambil menunggu rombongan mas oboy. Namun rombongan mas oboy tak kunjung datang juga, sepertinya mereka juga istirahat sambil ngopi ngopi, kami pun memutuskan untuk langsung turun ke alun-alun surya kencana, disaat kami beres-beres untuk turun rombongan mas oboy pun datang, namun kami memutuskan untuk turun duluan dan menunggunya di alun-alun surya kencana. Nah sesampainya dialun-alun surya kencana sekitar jam 3 sore, saya, dudi, dan mas andhika memutuskan untuk turun duluan, dikarenakan besoknya di hari senin kita bertiga masih masuk kerja. Kami pun berpisah dengan mas hadi dan rombongan mas bodink di alun-alun surya kencana. Kami bertiga saya, dudi, dan mas andhika akhirnya turun dengan buru-buru dan sekitar jam setengah 6 sore kami sampai di basecamp jalur putri untuk laporan turun dari gunung. Dan singkat cerita saya dudi, dan mas andhika akhirnya pulang bareng dengan menumpang tranportasi bus antakota, mas andhika turun di bogor, saya dan dudi turun di terminal kampung rambutan dan pulang dengan selamat.
Sekian cerita pendakian kali ini, terima kasih kalian yang sempat membacanya sampa selesai. Terima Kasih

Cerita Pendakian Gunung Gede Pangrango - Jejakgroax >>>>> Download Now
ReplyDelete>>>>> Download Full
Cerita Pendakian Gunung Gede Pangrango - Jejakgroax >>>>> Download LINK
>>>>> Download Now
Cerita Pendakian Gunung Gede Pangrango - Jejakgroax >>>>> Download Full
>>>>> Download LINK